Jamaah Umroh Dan Haji Wajib Suntik Vaksin Meningitis


Jamaah umroh dan haji wajib suntik vaksin meningitis sebelum berangkat, Tujuannya adalah agar sang jamaah tersebut tidak tertular penyakit berbahaya tersebut saat berada di Arab Saudi, apalagi nanti bisa menularkannya ke masyarakat Indonesia sepulangnya. 

Meningitis menurut Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Persatuan Dokter Ahli Penyakit Dalam (PAPDI),  Prof Samsuridjal Djauzi, adalah salah satu penyakit yang menyerang selaput otak berupa peradangan. “Radang ini bisa disebabkan oleh organisme seperti virus, bakteri, atau jamur yang masuk ke dalam tubuh, dari aliran darah kemudian berpindah ke cairan dalam otak,” katanya.

Dari semua penyebab penyakit meningitis, menurutnya yang paling berbahaya adalah yang disebabkan oleh bakteri. Jenis Meningitis yang paling berbahaya ini, dikenal dengan Meningitis Meningokokus, yang disebabkan oleh bakteri Neisseria Meningitidis. Penderitanya bisa mengalami kondisi serius, seperti kerusakan otak, pendengaran hilang, kemampuan belajar berkurang, serta infeksi dari membran atau selaput sekeliling otak dan sumsum tulang belakang yang menyebabkan kematian.

Indonesia bukanlah daerah pandemi penyakit yang banyak dialami di daerah Arab dan Afrika ini. Namun, bagi orang yang kesana, misalnya jamaah umroh dan haji, penyakit ini perlu diwaspadai karena penularannya sangat mudah. Apalagi pada saat rombongan umroh dan haji melakukan ibadah di tengah kepadatan lautan manusia. Pemberian Vaksin Meningitis dilakukan antara 10-14 hari sebelum keberangkatan. Itu adalah masa paling efektif pemberian vaksin karena pada saat pemberangkatan, antibodi sedang terbentuk dengan kuat. Ketika antibodi sudah kuat, potensi tertular atau sekadar sebagai pembawa meningitis pun bisa ditekan. Masa inkubasi meningitis sendiri terbilang singkat, yaitu 2-10 hari, yang bisa menyebabkan kematian, bahkan ketika sudah terdeteksi dan mendapatkan perawatan.

Untuk itu, sebagai persyaratan untuk berangkat umroh dan haji, pemerintah mewajibkan adanya dokumen ICV (International Certificate of Vaccination) dengan menggunakan security printing (barcode) dari botol vaksin yang disuntikkan pada calon jamaah umroh dan haji.

Pihaknya juga mengimbau kepada pemerintah untuk memperketat pengawasan dan peredaran dokumen ICV ini, agar tak ada pihak yang memalsukan keterangan di dalamnya dengan alasan apapun. Calon jamaah umroh dan haji bisa mendapatkan Vaksin Meningitis ini di rumah sakit tempat melakukan vaksinasi dengan biaya Rp 300 hingga 400 ribu, atau pihak yang telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

Bagikan
Print this pageEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Pin on PinterestShare on Tumblr