Shalat Hajat


Shalat Hajat dikerjakan dengan maksud khusus memohon kepada Allah SAW agar mengabulkan kebutuhan serta keinginan kita. Maka dari itu, seseorang yang memiliki kebutuhan serta keinginan dianjurkan melaksanakan shalat hajat. Dari Abu Darda r.a. bahwa Nabi SAW bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُتِمُّهُمَا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ مُعَجِّلاً أَوْ مُؤَخِّراً

“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat dengan sempurna maka Allah memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat.” (HR. Ahmad; hadits shahih)

Nabi pernah suatu ketika memerintahkan seseorang yang buta, untuk melaksanakan shalat dua rakaat kemudian memohon apa yang hendak di hajatkan. Dari Utsman bin Hunaif r.a., bahwa seorang laki-laki buta datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar menyembuhkan penglihatan mataku.” Beliau bersabda, “Atau aku biarkan saja engkau (seperti itu)?” Dia berkata, “Wahai Rasulullah, hilangnya penglihatanku memberatkanku.” Rasulullah bersabda, “Pergilah lalu berwudhulah, kemudian sholatlah dua rakaat, lalu ucapkanlah (doa):

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِىِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّى تَوَجَّهْتُ إِلَى رَبِّى بِكَ أَنْ يَكْشِفَ لِيْ عَنْ بَصَرِيْ اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِىَّ وَ شَفِّعْنِيْ فِيْ ننَفْسِيْ

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabiku Muhammad, Nabi (pembawa) rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Tuhanku denganmu agar Dia menyembuhkan penglihatanku. Ya Allah, terimalah syafaatnya padaku dan terimalah syafaatku pada diriku.”

Lalu ia pun pulang dan Allah menyembuhkan penglihatannya.” (HR. Tirmidzi; hadits hasan)

TATA CARA

Tata cara shalat hajat sama dengan shalat pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah pada niat. Untuk bacaan niat shalat hajat adalah sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Adapun doa yang di anjurkan untuk di baca setelah shalat adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِىِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّى تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّى فِى حَاجَتِى هَذِهِ فَتُقْضَى لِى اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِىَّ

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dan menghadap kepadaMu dengan Nabiku Muhammad, Nabi (pembawa) rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Tuhanku denganmu dengan kebutuhanku ini agar dipenuhiNya. Ya Allah, terimalah syafaatnya padaku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Mengerjakan shalat sunnah hajat dapat di kerjakan di waktu-waktu yang di perbolehkan shalat. Adapun umumnya dikerjakan di seperempat malam terakhir.

Semoga Allah mengabulkan segala hajat kita. Amin.