Meninggalkan Shalat Sama Dengan Murtad


Meninggalkan Shalat menurut Al-Qur’an

Meninggalkan shalat 5 waktu adalah permasalahan yang perlu di perhatikan bagi setiap orang muslim. Apalagi pada zaman sekarang seorang muslim lebih mudah di sibukkan oleh perkara dunia dan bermalas-malasan di dalam menunaikan shalat. Allah mengingatkan perkara bermalas-malasan dan meninggalkan shalat di dalam Al-Qur’an, diantaranya QS. Al-Maun [107]: 4-5;

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, [4] (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” [5]
 

Allah berfirman dalam QS. Maryam [19]: 59; 

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” [59]
 

Allah berfirman dalam QS. Mudatsir [74]: 42-43; 

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?, [42] Mereka menjawab: ‘ Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, [43]

Kafir Karena Meninggalkan Shalat

Dengan begitu, meninggalkan shalat 5 waktu merupakan perkara yang tidak dibenarkan di dalam Islam, bahkan dapat menyebabkan seseorang tersebut murtad. Jabir berkata, “Saya mendengar Nabi Muhammad SAW. Bersabda, ‘Sungguh yang membedakan antara seorang laki-laki (baca: muslim) dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim). Menurut Asy-Syaukani dalam Nailul Authar (1/403), hadits ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat termasuk perkara yang menyebabkan terjadinya kekafiran. Buraidah ra. berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Perjanjian (pembatas) antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Karenanya, barang siapa yang meninggalkannya, maka sungguh dia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, dan dinyatakan shahih oleh Albani). Syekh Ibnu Utsaimin memaknai kata ‘kafir’ di atas adalah kafir yang menyebabkan seorang hamba keluar dalam Islam.

Rizem Aizid mencatat ada dua jenis orang yang dapat dihukumi kafir di dalam perkara shalat. Pertama, orang yang berkata ‘Kalau mau shalat boleh-boleh saja, tidak shalat juga tidak apa-apa’. Dengan berkata seperti itu maka kita telah menghukumi shalat sebagai sunnah, sementara shalat itu sendiri wajib. Maka jelas ia dihukumi kafir. Kedua, seseorang umumnya menganggap gampang, malas ataupun enggan di dalam shalatnya. Terkadang kita menunda, kemudian menundanya lagi hingga waktu shalat telah berganti. Perkara yang seperti ini jelas akan menjerumuskan kita kepada hukum kafir. Karena nabi dengan jelas menjelaskan jika yang membedakan orang islam dengan orang kafir adalah shalat.

Marilah kita sejenak merenungkan dan mengevaluasi bagaimana kita telah melaksanakan perintah shalat wajib. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ibadah yang pertama kali dihisab di hari kiamat kelak adalah Shalat. Jika shalatnya baik, maka baiklah amal perbuatannya, dan jika Shalatnya buruk (cacat), maka akan rusaklah seluruh amal perbuatannya” (HR. Thabrani). Karena, begitu pentingnya shalat hingga di hukumi wajib sehingga kita dapat terjatuh kepada kemurtadan jika kita meninggalkannya atau mengingkari kewajibannya.  Semoga Allah selalu memberikan Hidayah kepada kita semua. Amin.