Berbuat Baik Kepada Tetangga


Berbuat baik kepada tetangga adalah merupakan sikap seorang muslim yang beriman. Meski kita telah di sibukkan dengan kehidupan masing-masing, tetangga masih menjadi unsur penting di dalam tatanan kehidupan seorang muslim. Banyak sekali dampak yang dapat terjadi dikarenakan kita mengabaikan keutamaan dari berbuat baik kepada tetangga. Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR. Bukhari 5589, Muslim 70)

Di dalam Al-Qur’an Allah juga memerintahkan kepada orang beriman untuk berbuat baik kepada beberapa golongan orang, salah satu diantaranya adalah kepada tetangganya. Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisa’ ayat 36 yang berbunyi;

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Menurut Syaikh Abdurrahman As Sa’di, bahwa “tetangga yang lebih dekat tempatnya, lebih besar haknya. Maka sudah semestinya seseorang mempererat hubungannya terhadap tetangganya, dengan memberinya sebab-sebab hidayah, dengan sedekah, dakwah, lemah-lembut dalam perkataan dan perbuatan serta tidak memberikan gangguan baik berupa perkataan dan perbuatan” (Tafsir As Sa’di, 1/177)

Sehingga sudah sepantasnya sebagai muslim yang taat kita menjaga perbuatan dan lisan kita dari menyakiti tetangga.