Amalan Ramadhan


Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, penuh hikmah bagi siapapun yang mencarinya. Karena di dalamnya terdapat banyak sekali yang bisa kita peroleh sesuai apa yang telah di kabarkan oleh Rasulullah. Oleh sebabnya kita tentu rugi sekali jika tidak memanfaatkannya dengan mengerjakan amalan-amalan selama Ramadhan. Berikut adalah amalan yang bisa di kerjakan selama bulan Ramadhan.

1. Berpuasa

Selama bulan Ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 1802) dan Muslim No. 760).

2. Berdo’a

Kita semua memiliki hajat kepada Allah, maka hendaknya kita berdoa di bulan Ramadhan ini. Karena Rasulullah SAW bersabda: Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) doa pemimpin yang adil, (2) doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) doa orang yang terzhalimi.” [HR.Tirmidzi, Ibn Hibban mensahihkannya]

Berdoa di waktu malam Ramadhan juga sangat dianjurkan. Di sebutkan di dalam riwayat Muslim bahwa “Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757)

3. Shalat Tharawih

Kita dianjurkan untuk mengerjakan shalat “qiyami Ramadhan” atau shalat tarawih. Dari Abu Hurairah r.a., berkata: Rasulullah SAW menganjurkan (shalat) qiyami Ramadhan kepada mereka (para shahabat), tanpa perintah wajib. Beliau bersabda: Barangsiapa mengerjakan (shalat) qiyami Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Muslim No.1816).

4. Dzikir dan Istighfar

Ramadhan menjadi waktu yang sangat tepat untuk selalu mengingat Allah dan memohon ampun atas dosa yang mungkin telah di perbuat. Allah berfirman, “Dan di waktu sahur (akhir-akhir malam) mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Al-Dzaariyat: 18).

5. Membaca dan Mempelajari Al-Qur’an

“Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan.” (HR. al-Bukhari No.4711 dan Muslim No.2307). Hadits ini menerangkan jika kita di anjurkan untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an, namun kita di contohkan Rasulullah SAW untuk tidak lupa mempelajarinya.

6. Shadaqah

Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan beliau semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan (HR. al-Bukhari No.4711 dan Muslim No.2307). Tentu kita harus mencontoh kedermawanan Beliau Rasulullah SAW. Adapun salah satu caranya adalah dengan memberi makan di waktu berbuka puasa. Karena, “Barangsiapa yang memberi ifthar (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah). Al-Albani: hadis ini shahih (Shahih al-Jami’al-Shaghir, II/1095).

7. I’tikaf

Salah satu amaliah yang di contohkan oleh Rasulullah SAW adalah dengan mendekat diri dengan Allah. Utamanya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan karena di situlah waktu diturunkannya Al-Qur’an. “Dari Ibnu Umar RA (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah SAW selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan.” (HR. al-Bukhari No. 2025 dan Muslim No.2838).

8. Lailatul Qadar

Allah berfirman dalam surat Al-Qadar ayat 1-3

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Di dalam hadits di terangkan bahwa, “Sesungguhnya aku telah melihat lailatul qadar, saya lupa (kapan kejadiannya) atau aku sengaja dibuat lupa (oleh Allah). Karena itu maka carilah (burulah) lailatul qadar pada sepiluh hari terakhir pada tanggal yang ganjil.” (HR. Muslim No.2829)

Rasulullah memerintahkan kita untuk mengerjakan shalat. “Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar atas dasar iman dan mengharap pahala, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 1802) dan Muslim No. 760)

Kita di anjurkan untuk mengejar keutamaan dari 10 malam terakhir pada malam yang ganjil. Rasulullah mencontohkan amalan yang dapat dilakukan di malam-malam ganjil, salah satunya adalah melaksanakan shalat Lailatul Qadar. Kemudian di dalam do’a kita juga di anjurkan untuk memohon ampun kepada Allah. Dari ‘Aisyah, ia berkata: Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca? Beliau menjawab, “Ucapkan:

اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ، فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai pemberian maaf maka ampunilah aku.”(HR. Ahmad No.25384, dan al-Tirmidzi No.3513, dishahihkan Al-Albani)

9. Umroh

“Dari Ibnu Abbas RA, dikatakan bahwa ketika Rasulullah SAW pulang dari hajinya, beliau bersabda kepada seorang wanita Anshar (Ummi Sinan): “Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?” Ia menjawab, “Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.” Nabi bersabda,”Maka apabila datang Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji  bersamaku.” (HR. al-Bukhari No. 1863).

Menurut pendapat yang kuat meyakini bahwa keutamaan dalam hadits ini bersifat umum bagi setiap orang yang berumrah di bulan Ramadhan. Ini berlaku bagi semua orang (Muhammad Shalih al-Munjid, Mauqi’ al-Islam Sual Wa Jawab, VII/632). Dengan begitu melaksanakan Umroh di bulan Ramadhan memiliki keutamaan seperti Haji.

Demikian secara singkat amalan-amalan yang bisa kita kerjakan selama bulan Ramadhan. Semoga Allah menerima semua amalan-amalan yang sudah kita kerjakan selama bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Amin